Status permohonan maaf ini dipasang moderator pada Kamis (3/2/2011) sekitar pukul 16.00 WIB. "Mohon maaf sebesar-besarnya kepada khalayak umum serta masyarakat Indonesia khususnya atas pemberitaan Imanda Amalia yang belum jelas kebenarannya," demikian permohonan maaf tersebut.
Awalnya memang pada sekitar pukul 10.00-an pagi, dipasanglah kabar duka pada status grup itu oleh sang moderator. "Imanda Amalia (28 tahun), seorang warga negara Indonesia dan anggota (UNRWA) dilaporkan telah meninggal dunia akibat pergolakan politik di Mesir," demikian pengumuman di wall facebook itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah melakukan kecerobohan atas pemberitaan tersebut. Karena kami hanya menerima berita tersebut dari BBM Imanda dan tidak melakukan pengecekan ulang kepada keluarga Imanda secara langsung," jelas mereka.
Keterangan ini pun membuat kabar duka kematian Amanda menjadi tidak jelas. Anggota grup mempertanyakan hal itu, apakah yang salah itu kabar kematiannya atau soal kewarganegaraannya. Moderator hanya memberi komentar pendek.
"Pihak keluarga mohon agar berita duka ini tidak disebarluaskan. Terima kasih atas segala perhatiannya," tutup mereka.
Detikcom Minta Maaf
Detikcom juga telah mendapatkan konfirmasi bahwa foto yang dipasang dalam grup Science of Universe tidaklah valid. Foto tersebut bukanlah foto Manda, melainkan milik Farina dan pemilik foto asli tidak tahu kalau fotonya dicatut di laman itu.
"Saya dikabari teman, foto saya muncul di berita. Saya ditelepon wartawan juga minta konfirmasi. Saya tidak kenal Pumy Kusuma yang memasang foto saya. Saya juga tidak mengenal Manda yang diberitakan media," ujar Farina.
Detikcom telah meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, dan Farina pun mengatakan sangat memahami hal ini.
(fay/lrn)
