Angpau Belum Cukup, Warga Masih Bertahan di Vihara Dharma Bhakti

Angpau Belum Cukup, Warga Masih Bertahan di Vihara Dharma Bhakti

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2011 15:11 WIB
Jakarta - Angpau. Uang yang dimasukkan ke dalam amplop merah itulah yang menjadi incaran warga miskin setiap Hari Raya Imlek datang. Seperti Imlek kali ini, lantaran angpau belum mencukupi, sekitar 300-an warga miskin masih bertahan di Vihara Dharma Bhakti, Grogol, Jakarta Barat.

"Saya dari jam 6 di sini cuma dapat Rp 10 ribu, buat jajan sama naik bus aja sudah Rp 20 ribu," keluh Mimi (55), yang datang dari rumahnya di Prumpung, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2011).

Mimi, yang sehari-hari hidup dari mengemis ini bercerita, angpau yang didapat dari Imlek tahun ini lebih kecil ketimbang dari tahun lalu. Karena 'target' angpaunya belum terpenuhi, nenek dari 12 cucu ini pun tetap bertahan di vihara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, semakin sore, umat yang datang beribadah di vihara itu semakin dikit. Hingga pukul 15.00 WIB, ibu berkerudung itu masih bertahan.

"Nunggu sampai sore. Kalau sudah selesai, saya mau jalan lagi," kata Mimi yang biasa menyusuri Condet dan Depok untuk mengemis ini.

Beda halnya dengan, Saryono (50), warga asal Tangerang. Imlek kali ini adalah pertama kali ia datang ke vihara untuk berburu angpau.

"Saya kesini diajak temen-temen. Katanya rame, bagi-bagi duit. Tapi ini rame doang, nggak ada duitnya," kata Saryono, yang datang bersama istrinya.

Meski berbeda pengalaman dengan Mimi, namun angpau yang didapat Saryono tak ubahnya Mimi, sama-sama sedikit. "Cuma bisa buat beli rokok," kata Saryono.

Mimi dan Saryono hanyalah segilintir warga miskin yang berburu angpau tiap tahun. Angpau yang bagi kebanyakan orang tidak seberapa, mungkin sangat berarti bagi mereka untuk membantu mencukupi kebutuhuan.

"Saya tiap hari kuliah, kuli payah di toko besi," ujar Saryono tentang pekerjaannya.


(lrn/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini