Sebelumnya, pada dinihari, sekitar pukul 03.00 Wita sampai pukul 07.00 Wita, warga kedua desa itu terlibat bentrok lagi. Mereka saling melepaskan anak panah dan saling lempar. Mereka juga saling berkejaran di persawahan. Aparat Kepolisian harus mengeluarkan tembakan peringatan berkali-kali untuk menghalau warga.
Minggu (30/1) sampai Senin (31/1) dinihari lalu warga desa bertetangga itu terlibat bentrok. Dua pondok warga dibakar. Warga terlibat bentrok menggunakan batu, panah, parang, tombak dan senjata api rakitan dumdum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Bupati Sigi Aswadin Randalembah, Kapolres Donggala AKBP I Nengah Subagya dan Dandim 1306 Donggala Zainul Alam tengah memediasi pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk penyelesaian masalah ini.
(lrn/lrn)











































