Pantauan detikcom, sejak pukul 06.30 WIB, Kamis (3/2/2011), sudah ratusan warga keturunan yang sembahyang. Mereka membakar dupa dan membacakan doa-doa dengan khusyuk.
Rata-rata mereka meminta keselamatan dan rezeki di tahun Kelinci ini. Tidak lupa, mereka mendoakan Indonesia agar selalu aman dan damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acin mengaku bangga menjadi warga negara Indonesia. Dia bersyukur kini bisa merayakan hari raya Imlek dengan bebas.
"Kalau dulu tidak enak sama sekeliling, karena dilarang. Tapi sekarang malah libur. Saya bahagia sekali," jelas warga Tambora ini.
Sementara itu di depan Vihara, ribuan orang sudah menunggu Angpao dari warga yang sembahyang. Untuk menjaga ketertiban, panitia Imlek meminta agar pengunjung menitipkan angpao lewat panitia.
Selain warga keturunan Tionghoa, cukup banyak pula warga sekitar yang menyaksikan keramaian di Vihara tersebut. Beberapa pehobi fotografi pun melewatkan waktu libur mereka dengan berburu foto di sekitar Vihara.
(rdf/rdf)










































