Gubernur Bali Minta Dukungan Pembangunan Bali International Park

Gubernur Bali Minta Dukungan Pembangunan Bali International Park

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2011 03:41 WIB
Denpasar - Pembangunan Bali International Park yang bakal menjadi pusat Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit 2013 diprotes beberapa pihak. Gubernur Bali Made Mangku Pastika pun meminta dukungan kepada masyarakat.

Bali Internasional Park diperkirakan menelan dana sebesar Rp 2,7 triliun. Di lokasi tersebut akan dibangun berbagai fasilitas yakni 21 komplek kediaman para kepala negara seluas 17 hektar, convention center seluas 13 hektar. Dibangun juga fasilitas, diantaranya klinik internasional, galeri, art shop, resort dan hotel.

Namun, pembangunannya mendapat protes dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali. Ketuanya Wayan Suardana menilai, proyek Bali International Park akan merusak daya dukung lingkungan kawasan Bali Selatan yang sudah dijejali hotel. Bahkan, proyek itu meningkatkan citra Indonesia kepada peserta APEC Summit, tapi mengorbankan keseimbangan lingkungan Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendapat protes dari aktivis, Pastika menjelaskan pembangunan Bali International Park digunakan sebagai lokasi APEC Summit 2013 yang akan dihadiri banyak kepala negara serta delegasi. Untuk itu, perlu dibangun lokasi yang luas untuk menampung para kepala negara yang akan menempati satu hotel khusus untuk menginap tanpa bisa dicampur dengan kepala negara lain. Salah satu cara adalah dengan membangun Bali International Park di Nusa Dua.

"Wajar kalau ada pro kontra soal itu. Tapi semuanya sudah on the track," kata Pastika, Selasa (2/2/2011).

Pastika menambahkan, proyek itu sudah sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. KM.6/UM.001/MKP/2011 tanggal 11 Januari 2011 tentang pembangunan Bali Intenational Park sebagai lokasi pelaksanaan APEC Summit 2013 di Jimbaran Bali.

Untuk memuluskan proyek itu, Pastika pun meminta dukungan dari masyarakat Bali. "Bali selayaknya berterimakasih mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Apalagi Indonesia kan sekian puluh tahun sekali baru mendapat giliran, dan itu gengsi negara,” kata Pastika kepada wartawan di Denpasar.

(gds/mok)


Berita Terkait