Bali Internasional Park diperkirakan menelan dana sebesar Rp 2,7 triliun. Di lokasi tersebut akan dibangun berbagai fasilitas yakni 21 komplek kediaman para kepala negara seluas 17 hektar, convention center seluas 13 hektar. Dibangun juga fasilitas, diantaranya klinik internasional, galeri, art shop, resort dan hotel.
Namun, pembangunannya mendapat protes dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali. Ketuanya Wayan Suardana menilai, proyek Bali International Park akan merusak daya dukung lingkungan kawasan Bali Selatan yang sudah dijejali hotel. Bahkan, proyek itu meningkatkan citra Indonesia kepada peserta APEC Summit, tapi mengorbankan keseimbangan lingkungan Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar kalau ada pro kontra soal itu. Tapi semuanya sudah on the track," kata Pastika, Selasa (2/2/2011).
Pastika menambahkan, proyek itu sudah sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. KM.6/UM.001/MKP/2011 tanggal 11 Januari 2011 tentang pembangunan Bali Intenational Park sebagai lokasi pelaksanaan APEC Summit 2013 di Jimbaran Bali.
Untuk memuluskan proyek itu, Pastika pun meminta dukungan dari masyarakat Bali. "Bali selayaknya berterimakasih mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Apalagi Indonesia kan sekian puluh tahun sekali baru mendapat giliran, dan itu gengsi negara,β kata Pastika kepada wartawan di Denpasar.
(gds/mok)










































