PKS: Reshuffle Hanya Terjadi Bila Presiden yang Bicara

PKS: Reshuffle Hanya Terjadi Bila Presiden yang Bicara

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2011 01:29 WIB
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD), Saan Mustopa memastikan bila reshuffle tidak akan lama terjadi. Partai koalisi pun diminta merelakan bila menterinya dicopot dari kursi menteri.

Namun selintingan kabar tersebut tidak digubris oleh koalisi PD, yakni PKS. Menurut PKS reshuffle hanya akan terjadi bila kabar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden SBY.

"Selama SBY tidak ngomong kita tidak percaya," ujar Wakil Ketua DPR yang sekaligus Sekjen PKS, Anis Matta kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Anis, meski Wasekjen PD sudah mencium adanya isu reshuffle, tapi hal tersebut belum tentu benar.

"Harusnya kan Pak SBY yang ngomong, dan selama ini tidak ada itu," terangnya.

Anis juga tidak takut bila kursi menteri diambil dari partainya terkait sikap Fraksi PKS yang mendukung Hak Angket. Menurutnya reshuffle dan hak angket adalah dua dimensi yang berbeda.

"Buat kita itu tidak ada urusannya. Urusan kita soal angket itu soal negara, karena pajak itu sumber pendapatan negara," terangnya.

Sebelumnya, Beberapa pos menteri yang diisukan bakal dibongkar pasang adalah menteri ESDM yang akan diisi Karen Agustiawan, menteri Komunikasi dan Informasi yang bakal dilakoni Sjafrie Sjamsoedin, Menteri Perhubungan yang kemungkinan akan dikomandani George Toisutta, dan Menteri Sosial yang akan diduduki Anas Urbaningrum

(her/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads