Seperti dikutip dari AFP, Rabu (2/2/2011), ketiga wartawan itu dipulangkan ke Israel hari itu juga. Tiga wartawan tersebut terdiri dari dua kru televisi dan seorang wartawan media online.
Mereka ditangkap karena melanggar jam malam, yang diberlakukan pemerintah Mesir menyusul makin memburuknya situasi politik di negeri piramida ini.
Pembebasan juga dilakukan di tengah seruan Amerika Serikat (AS) agar para jurnalis yang meliput protes massa di Mesir dilindungi.
Saat ini, kerusuhan antara massa penentang dan pro Presiden Mesir Hosni Mubarak kembali pecah di Kairo. Massa kedua belah pihak saling lempar batu dan bom molotov. Ratusan orang dilaporkan terluka akibat bentrok lanjutan ini.
Demonstrasi besar-besar dilakukan kaum oposisi di Mesir untuk meminta Mubarak, yang sudah 32 tahun berkuasa untuk, mengundurkan diri. Namun, setelah sepekan aksi berdarah ini berlalu, Mubarak tetap bertahan sambil melakukan reformasi kabinet.
(irw/rdf)











































