PWNU Jateng Dukung Langkah Hasyim Secara Individual

PWNU Jateng Dukung Langkah Hasyim Secara Individual

- detikNews
Minggu, 09 Mei 2004 00:01 WIB
Semarang - Dukungan terhadap keputusan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menjadi cawapres Megawati mulai mengalir. Sejumlah pengurus PWNU Jateng menyatakan siap memuluskan jalan Hasyim Muzadi menuju RI 2."Sesuai keputusan rapat tadi, secara organisatoris PWNU Jateng tidak terlibat dalam urusan capres-cawapres. Tapi secara individual pengurus mendukung dan berharap Pak Hasyim jadi," kata Ketua PWNU Jateng Mohamad Adnan seusai rapat koordinasi di kantor PWNU, Jl. Dr. Cipto Semarang, Sabtu (08/05/2004).Menurutn Adnan, bentuk dukungan terhadap Hasyim tergantung masing-masing individu. Misalnya dengan menjadi tim sukses. "Kiai seperti Pak Masruri ini kan punya pondok pesantren," ujar Adnan sambil menunjuk Rois Syuriah PWNU Jateng KH. Masruri Mughoni yang duduk di sampingnya.Dukungan terhadap Hasyim, ujar Adnan, karena Hasyim jelas-jelas orang NU tulen. Sebagai Ketua Umum PBNU, warga nahdliyin tidak ada yang meragukan ke-NU-annya. Berpasangan dengan siapa pun tak jadi masalah."Tapi sebetulnya pengurus PWNU mendukung setiap calon dari NU. Misalnya, Pak Hamzah Haz. PKB juga didukung kalau calonnya memang betul-betul dari NU. Sekarang yang sudah sangat kelihatan Pak Hasyim, jadi kami dukung beliau sepenuhnya," tambah staf pengajar Undip Semarang ini diplomatis.Sebagai konsekuensi atas dukungan terhadap Hasyim, secara formal PWNU Jateng meminta PBNU segera menggelar pertemuan untuk menonaktifkan atau meminta cuti bagi Hasyim. Cuti tersebut diambil sejak pencalonan, masa kampanye, dan pemilihan capres-cawapres."Sebetulnya, di NU tidak ada larangan bagi seseorang untuk untuk maju sebagai capres atau cawapres, termasuk Pak Hasyim. Hanya saja, kami ingin meminimalisir conflict of interest di kalangan warga NU. Nah, begitu terpilih beliau sudah tidak diperbolehkan lagi menjabat di PBNU," papar Adnan panjang lebar.Untuk meminimalisir konflik di warga NU, lanjutnya, PWNU meminta anggota dan pengurus membawa-bawa NU dalam wilayah politik. Terutama menjelang pilpres 5 Juli mendatang. "Stempel PWNU akan saya bawa-bawa terus, biar tidak dianfaatkan anggota dan pengurus," kata Adnan dengan nada bercanda. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads