"Sepertinya reshuffle kabinet semakin dekat," ujar Wasekjen DPP PD, Saan Mustopa kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011).
Saan menuturkan, reshuffle kabinet dilakukan sebagai buntut evaluasi pemerintahan. Tak ada satu partai pun yang berhak memprotes reshuffle kabinet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saan menurutkan, partainya juga tidak akan memaksakan dua menteri dari PD yakni Menteri ESDM dan Menteri Perhubungan jika dianggap kinerjanya tidak maksimal. Namun PD belum memikirkan menteri penggantinya.
"Kami akan pasrahkan kepada presiden karena ini hak prerogatif presiden. Bahwa evaluasi kemudian dilakukan reshuffle kabinet tentu itu hak prerogatif presiden yang kami akan ikuti," tandasnya.
(van/gun)
