"Itu tuduhan yang tidak beralasan, Demokrat tidak pernah takut terhadap pengusutan kasus mafia pajak. Kami justru menduga jangan-jangan Golkar punya kepentingan supaya penuntasan kasus Gayus lewat jalur hukum tidak selesai, Golkar ingin mempolitisasi kasus yang murni kasus hukum," ujar Wasekjen PD, Saan Mustopa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011).
Saan menegaskan keputusan Demokrat menolak angket mafia pajak karena merasa Panja sudah cukup untuk mengawasi penuntasan kasus ini. Menurut Saan, DPR hanya perlu mengawasi kinerja penegak hukum menuntaskan kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saan lalu mengungkit sikap Golkar yang mengusir kehadiran Bibit-Chandra di DPR. Menurut Saan hal itu mempertegas rendahnya komitmen Golkar dalam menuntaskan kasus korupsi.
"Kalau kita nggak mau usir-usir karen akita punya komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi," imbau Saan.
Sebelumnya diberitakan Partai Golkar mengecam keras sikap Partai Demokrat (PD) menarik dukungan angket mafia pajak. Golkar menduga PD sedang melindungi gembong mafia pajak.
"Kami partai Golkar tetap maju mengusulkan angket mafia pajak dan buktinya hari ini. Pada awalnya kami yang diduga penjahat pajak tapi sekarang siapa yang mundur dari angket kan teman-teman PD. Kami patut menantang kawan-kawan ini berani tidak menggunakan angket mafia pajak," ujar inisiator angket dari fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan.
Bambang menduga ada sesuatu dibalik penarikan 7 orang inisiator angket dari Fraksi PD. Menurut Bambang, bisa jadi PD mencoba menutupi sesuatu.
"Jadi patut diduga mereka mencoba menyembunyikan gembong mafia pajak ini," tudingnya.
(van/ndr)










































