Puluhan Preman Intimidasi Wartawan Nuansa Pos Palu
Sabtu, 08 Mei 2004 15:08 WIB
Jakarta -
Intimidasi terhadap wartawan kembali terjadi. Dalam keadaan mabuk, puluhan orang mendatangi kantor harian Nuansa Pos, Palu. Seorang wartawan nyaris babak belur dianiaya.Aksi tak simpatik itu terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Sambil marah-marah dan mabuk, puluhan orang bertampang sangar itu masuk ke dalam kantor harian Nuansa Pos, Jl. Pulau Halmahera, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/5/2004).Puluhan orang tersebut mempersoalkan berita yang dilansir Nuansa Pos edisi Jumat 7 Mei 2004, mengenai dugaan pemerasan oleh Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) kota Palu, Erwin Sumampo. Erwin disebutkan telah meminta dana sebesar 16 persen dari total nilai setiap proyek kepada para kontraktor. Erwin sendiri berdalih dana tersebut akan disetor kepada para pejabat kota Palu.Puluhan orang tersebut tidak hanya marah-marah atau ngoceh tidak karuan. Mereka juga nyaris menganiaya seorang redaktur Nuansa Pos, Hanafi Saro. Mereka mencengkeram kemudian mengangkat kerah baju Hanafi. Beruntung hal itu tidak diakhiri dengan tindakan yang lebih brutal.Pemimpin Umum Nuansa Pos, Bayu Alexander Montang kepada detikcom mengatakan, dirinya tidak bisa menerima kelakuan puluhan orang tersebut. Bayu mensinyalir, mereka adalah orang-orang suruhan Erwin Sumampo."Saya tidak habis pikir dengan kelakuan Erwin ini. Padahal dia sudah menggunakan hak jawabnya hari ini. Erwin membantah pemerasan tersebut. Menurut Erwin itu hanya isu yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak senang terhadapnya. Meski dia mengakui jika menerima sesuatu dari para kontrakator adalah hal yang wajar" tukas Bayu.Tidak ada kerusakan yang berarti akibat kedatangan puluhan orang tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, saat ini belasan warga masyarakat sekitar berjaga-jaga di sekitar kantor Nuansa Pos.Sebenarnya aksi penyerangan ini bukan kali pertamanya. Jumat (7/5/2004) malam, mereka juga sempat mendatangi kantor Nuansa Pos Palu. Sama seperti hari ini, mereka juga datang dalam keadaan mabuk dan mengaku sebagai keluarga dari Erwin Sumampo.
(djo/)










































