Sekitar 500 orang berkumpul di dekat markas stasiun televisi pemerintah, yang jaraknya sekitar satu kilometer dari Lapangan Tahrir, pusat aksi protes anti-Mubarak.
"Ya untuk Mubarak, untuk menjaga stabilitas," demikian bunyi salah satu banner yang dibawa para demonstran pendukung Mubarak seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (2/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang baik meninggalkan lapangan setelah pidato Presiden Mubarak," cetus Gamal Ibrahim, seorang wartawan di antara kerumunan demonstran. "Hanya pengkhianat yang masih tetap di sana," imbuhnya.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Selasa, 1 Februari kemarin, Mubarak menyatakan tak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang rencananya akan digelar September mendatang. Namun Mubarak mengatakan akan tetap menjabat hingga September tersebut. Pidato Mubarak itu disambut teriakan mencemooh dari para demonstran yang berkumpul di Lapangan Tahrir.
Hingga hari ini para demonstran anti-Mubarak terus berkumpul di Lapangan Tahrir. Ini berarti aksi demo tersebut telah memasuki hari kesembilan. Pada Selasa, 1 Februari kemarin, sekitar 5 juta warga Mesir berdemo di Kairo dan kota-kota lainnya di Mesir untuk mendesak Mubarak mundur. Aksi tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Mesir.
(ita/nrl)











































