"Melihat kondisi di Mesir yang tidak aman, saya memilih untuk tidak kembali ke sana, di Jakarta saja," kata Jaozi, salah satu WNI yang ikut pemulangan kloter pertama kepada wartawan, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (2/2/2011).
Menurutnya sejak demonstrasi terjadi di Mesir, suara tembakan terus-menerus terdengar. Para WNI sendiri masih merasa aman karena pemerintah dan rakyat Mesir tidak memusuhi Indonesia. Namun mereka mengalami kesulitan setiap kali akan keluar rumah untuk mencari makanan karena akan diperiksa secara ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu kapan akan kembali ke Mesir, kita lihat kondisi dulu. Lagipula anak saya baru saja lahir," tuturnya sambil melihat putri kecilnya.
Afrizal mengaku sejak demonstrasi besar terjadi, kegiatan di universitas tempat ia mengenyam pendidikan tidak ada lagi. Komunikasi juga sulit dan harga bahan makanan melambung tinggi.
"Kami tinggal di Nashr City yang cukup jauh dari para demonstran. Tapi kami tetap khawatir. Pihak KBRI juga sudah mengimbau agar para WNI menjauh dari tempat unjuk rasa," imbuh pria asal Riau ini.
Pantauan detikcom di ruang tunggu Terminal Haji, para WNI terlihat masih berkumpul. Mereka menunggu dikembalikannya paspor mereka. Sementara itu, di bagian luar terlihat sekitar 20-an orang menunggu kerabat yang akan menjemput.
10 bus yang sedianya digunakan untuk mengangkut para WNI pun masih terparkir di dekat pintu keluar. Rencananya usai pembagian paspor, para WNI akan diantar ke asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Meski begitu para WNI diizinkan untuk langsung pulang dari Bandara Soekarno-Hatta.
(feb/nwk)











































