Kejadian ini berawal ketika Ardi yang merupakan pelajar kelas 2 salah satu STM Negeri di Bekasi Timur pulang dari kegiatan praktek kerja lapangan di Tanah Abang pada Selasa (26/1/2011) sore. Ardi menumpang KRL ekonomi tujuan bekasi.
Namun nasib sial didapati Ardi sore itu. Putra pertama dari pasangan Zuhro Sustiyo ini dipalak oleh preman yang disinyalir biasa mangkal di atas KRL ekonomi tujuan Bekasi. Sejumlah preman tersebut meminta handphone yang saat itu tengah dibawa Ardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
begitu saja handphone yang dimilikinya.
"Lalu preman tersebut mendorong sehingga Ardi terpelanting ke luar kereta yang masih melaju," ujar Amir Hamzah, paman Ardi saat ditemui detikcom di RS Sumber Waras, Jl Kyai Tapa, Jakarta, Rabu (2/2/2011).
Setelah terpelanting ke bebatuan di pinggir rel, Ardi pun segera dilarikan ke RS Sumber Waras. Malang bagi remaja abege ini, karena luka di kakinya dianggap cukup parah, tim dokter akhirnya memutuskan untuk mengamputasi kaki kanannya.
Kondisi Ardi memang terlihat cukup parah. Selain kaki kanannya yang diamputasi, kepala bagian belakangnya juga mengalami pendarahan. Kaki kirinya mengelupas dan
pelipisnya masih berbalut perban.
"Iya tapi saya lupa," ujar Ardi yang tengah terbaring di ruang Nila No 4 RS Sumber Waras menjawab pertanyaan detikcom terkait pemalakan yang dialaminya.
Pihak keluarga Ardi telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Jakarta. "Sudah
dilaporkan, tapi belum ada progres sampai sekarang," papar Amir.
(fjr/vit)











































