Jika mereka tak segera dipulangkan ke Indonesia, kondisi mereka akan mengkhawatirkan. Cadangan makanan yang mereka miliki sudah menipis.
"Hari ini saya sudah komunikasikan dengan staf Kedutaan Besar kita di Kairo. Warga kita di sana masih aman, tapi memerlukan pasokan logistik," kata Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi di Mataram, Rabu (2/2/2010) usai pertemuan kerjasama dengan enam Gubernur Provinsi Kepulauan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanan memang ada dijual. Tapi harganya naik tinggi," kata Majdi yang pertengahan Januari lalu menyelesaikan ujian disertasi doktoralnya di Universitas Al Azhar, Mesir.
100 Warga NTB di Mesir itu sebagian besar tengah menempuh pendidikan S1. Sebagian lain sedang menyelesaikan pendidikan master dan sedikit di antaranya tengah merampungkan gelar doktoral.
Kata Majdi, sejauh ini mereka masih terhindar dari kontak fisik dengan para demonstran yang memusatkan aktivitas protes di lapangan Tahrir, pusat kota Kairo. Warga NTB di Kairo terkonsentrasi di Distrik 10, yang jaraknya 15 kilometer dari pusat aksi di Tahrir Square.
"Kami telah meminta jaminan kepada Kedutaan di Kairo, agar warga kita bisa kembali sementara ke Indonesia, dalam keadaan aman," katanya.
Sementara itu, 415 WNI yang dievakuasi dari Mesir telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.05 WIB. Mereka rencananya akan disambut oleh Presiden SBY.
(fay/fay)











































