Pantau Kondisi Mesir, Keluarga Rela Nonton TV Semalam Suntuk

Pantau Kondisi Mesir, Keluarga Rela Nonton TV Semalam Suntuk

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 14:22 WIB
Pantau Kondisi Mesir, Keluarga Rela Nonton TV Semalam Suntuk
Jakarta - Situasi Mesir yang memanas membuat sebagian keluarga di Indonesia cemas dengan sanak saudara yang berada di Negeri Piramid itu. Sambungan telepon dan internet diputus pemerintah sehingga keluarga terputus akses untuk mengetahui kabar dan kondisi keluarganya.

Kondisi Mesir hanya mereka saksikan melalui saluran televisi dan membaca surat kabar setiap hari.

"Sejak hilang komunikasi saya terus nongkrong di depan TV lihat situasi di sana (Mesir) dari malam sampai pagi," kata Ridwan (37), salah satu keluarga asal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat menunggu kedatangan adiknya, Sofyan (29), di Asrama Haji, Jl Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (2/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan mengungkapkan, ia hanya berkomunikasi seadanya dengan adiknya yang ada di Kairo karena keterbatasan sambungan komunikasi ke Kairo. Sejak 10 hari lalu, dia dan keluarganya sudah terputus komunikasi.

"Telepon kadang ada nada, kadang enggak. Tadi subuh sempat nyambung tapi enggak ngobrol banyak cuma seperlunya saja, kapan pulang dan siapa yang pulang," kata Ridwan.

Dari sambungan telepon tadi subuh diketahui jika 'kloter pertama' pemulangan WNI di Mesir Sofyan merelakan keberangkatan terlebih dulu untuk istri (Anis Wilujeng Nesti) dan anak pertamanya Sasha (2).

"Sofyan milih tinggal dulu nunggu keberangkatan selanjutnya," ucap Ridwan.
Β 
Sofyan berada di Mesir sejak tahun 2002. Dia mendapatkan kesempatan Menempuh S2 di Universitas Al Azhar, Kairo, melalui beasiswa pesantren di Tarogong. Ridwan menuturkan, adiknya pertama kali pulang ke kampung halaman tahun 2008 untuk melangsungkan pernikahan dengan seorang perempuan asal Kediri, Anis Wilujeng Nesti.

Ridwan menceritakan, selama di Mesir, adiknya berupaya hidup mandiri dengan berjualan tahu dan pulsa. "Dari usaha itu dia enggak pernah minta uang sama keluarga, justru dia yang kirim uang ke keluarga di Soreang," kisahnya.

Sofyan memilih S2 di Kairo karena bercita-cita untuk menjadi pengelola pesantren.

Pantauan detikcom, sekitar 20 keluarga sudah mulai berada di Asrama Haji. Sambil menunggu mereka manfaatkan berbincang dengan keluarga lainnya yang sudah berada di penampungan sementara.

(ahy/gun)


Berita Terkait