Maswadi Rauf: Parpol Tolak Hasil Pemilu Harus Punya Bukti
Sabtu, 08 Mei 2004 12:01 WIB
Jakarta - Pengamat Politik UI Maswadi Rauf meminta partai politik tidak asal bicara dengan menolak keseluruhan hasil pemilu legislatif 5 April lalu. Parpol harus memiliki bukti dan saksi yang memperkuat protesnya."Partai jangan asal bicara. Mereka harus punya dua hal yakni bukti-bukti tertulis dan saksi yang memperkuat dan menyakinkan Mahkamah Konstitusi bahwa mamang ada kecurangan," kata Maswadi disela-sela diskusi bertajuk Pengusaha di Panggung Politik di Hotel Menara Paninsula, Slipi, Jakarta, Sabtu (8/5/2004).Seperti diberitakan, sebanyak 14 partai gurem yang menggalang organisasi "Presidium Aliansi Nasional untuk Demokrasi dan Pemerintahan Bersih" menyatakan tidak bisa menerima hasil Pemilu 2004 yang diumumkan KPU, Rabu (5/5/2004) lalu.Organisasi ini dipimpin Gus Dur yang bertindak sebagai pribadi.Menurut Maswadi, Mahkamah Konstitusi bisa saja membatalkan hasil perhitungan suara di provinsi, kabupaten, kecamatan maupun PPS jika memang ditemukan bukti-bukti kecurangan. Namun, tidak tepat jika pembatalan hasil pemilu diterapkan untuk seluruh Indonesia."Jadi menurut saya tidak tepat kalau parpol melakukan protes untuk menolak hasil pemilu secara menyeluruh. Saya pikir nggak benar itu," tandasnya.Maswadi menilai sikap sejumlah parpol yang menolak hasil pemilu legislatif belum ada artinya jika Mahkamah Konstitusi belum mengambil keputusan. Oleh karenanya KPU masih tetap menjalankan tugasnya seperti semula.
(aan/)











































