Rumsfeld Minta Maaf Atas Penganiayaan Tahanan Irak

Rumsfeld Minta Maaf Atas Penganiayaan Tahanan Irak

- detikNews
Sabtu, 08 Mei 2004 10:25 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Donald Rumsfeld meminta maaf dan akan bertanggungjawab atas penganiayaan tahanan Irak oleh militer AS. Hal ini bertolak belakang dengan sikap Presiden AS George W Bush tidak mau meminta maaf atas peristiwa itu.Walaupun bertanggungjawab atas peristiwa memalukan itu, Rumsfeld seperti yang dikutip Reuters, tidak akan mau mengundurkan diri dari jabatannya demi untuk memuaskan lawan politiknya. Sebelumnya, sejak peristiwa itu berbagai tekanan dihadapi militer AS, termasuk desakan mundur terhadap Rumsfeld."Insiden itu menjadi perhatian serisu saya sebagai menteri pertahannan. Saya bertanggungjawab atas mereka. Saya mengambil penuh tanggungjawab itu," kata Rumsfeld saat berbivara dengan Komite Senator AS Bidang Pertahanan.Rumsfeld mengakui atas peristiwa memalukan itu menimbulkan sedikit ketegangan hubungan antara AS dengan negara-negara lain, khususnya negara Arab. Ketegangan itu juga diakuinya, akan merusak reputasi AS. Rumsfeld menjanjikan kepada para Senator itu untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dibuat oleh tentara AS. Tapi, dia juga meminta para Senator untuk memahami tentara AS tersebut. "Mereka manusia biasa. Saya punya perasaan buruk terhadap mereka. Mereka berada dalam tanggungjawab AS, mereka akan diproses sesuai peraturan kita," ungkapnya. (mar/)


Berita Terkait