Gus Dur Terganjal, Mega-Hasyim Diuntungkan

Gus Dur Terganjal, Mega-Hasyim Diuntungkan

- detikNews
Sabtu, 08 Mei 2004 09:04 WIB
Jakarta - Siapa yang akan menuai untung atas gagalnya Gus Dur maju sebagai capres? Jawabnya duet Megawati-Hasyim Muzadi. Diperkirakan sekitar 50 persen suara NU akan tersedot mendukung duet tersebut.Demikian pendapat pengamat politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (8/5/2004) pagi. Pendapat itu untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Bagir Manan yang menyatakan penolakan MA atas judicial review terhadap SK KPU mengenai persyaratan capres-cawapres telah final. Dengan keputusan itu otomatis Gus Dur akan tergnjal masuk bursa capres. Menurut Ikrar, sikap Gus Dur yang tak merestui Hasyim tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap pilihan warga NU. Warga NU akan bisa memahami restu Gus Dur tak diperlukan bagi Hasyim. "Mereka akan beranggapan kenapa perlu restu Gus Dur. Saya perkirakan sedikitnya 50 persen suara NU akan masuk ke duet Mega-Hasyim," ujarnya.Warga NU, kata Ikrar, juga tidak akan terlalu memberikan dukungan besar kepada Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang akan berpasangan dengan Wiranto. Meski Gus Solah direstui Gus Dur, ulama struktur NU akan lebih condong kepada Hasyim. "Belum tentu juga kaum nadhiyin akan mendukung Sholah apalagi ulama struktural NU condong mendukung Hasyim. Keberanian Hasyim untuk melaju tanpa dukungan Gus Dur juga pasti mendapat dukungan dari ulama-ulama," tukasnya.Ikrar juga menilai bila Hasyim mengundurkan diri dari posisi KetuaUmum PBNU justru akan mendapat dukungan lebih besar lagi. "Kalau dia mundur, dukungan akan lebih banyak yang mengalir dan itu menunjukkan sikap percaya diri untuk melaju dalam pemilihan presiden. Dan memang Mega banyak terangkat pamornya setelah berduet dengan Hasyim," kata Ikrar.Dari beberapa pasangan capres yang ada, Ikrar berpendapat peluang Mega-Hasyim melaju ke putaran kedua lebih besar dibanding pasangan lainnya. "Tapi, peta politik itu akan berubah kalau benar terjadi koalisi parpol Islam antara PPP, PBR dan PBB ditambah dengan PKB. Dan ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik. Meski saya pesimis koalisi itu bisa terbentuk karena ego politisi Islam sangat tinggi dan semuanya mau menjadi pemimpin saja," tegasnya.Selanjutnya bila dalam putaran kedua nanti terjadi duel antara pasangancapres dari militer dengan sipil maka sentimen sipil-militer akan muncul. "Bila memang terjadi kondisi seperti itu, sentimen sipil-militer akan kuat sekali jika dibanding dengan putaran pertama. Sipil akan mendukung sipil dan yang berkaitan dengan militer akan dukung militer," demikian Ikrar Nusa Bhakti. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads