"Saya menawarkan untuk memutuskan apakah rapat ditunda atau diteruskan secara musyawarah mufakat, bukan dengan voting. Karena itu, rapat saya skors 5 menit dan para pimpinan fraksi bisa bertemu terlebih dulu," kata Pramono sambil mengetukkan palu sidang satu kali.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, Selasa (2/2/2011) di gedung DPR itu, dihadiri orang para pimpinan DPR, termasuk Ketua DPR Marzuki Alie dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Hadir juga lima pimpinan KPK yang dipimpin Ketua KPK Busyro Muqoddas dan pimpinan dan anggota BPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya penolakan Chandra dan Bibit oleh mayoritas fraksi ini berdampak pada permintaan mereka untuk tidak meneruskan rapat tersebut. "Belum ada bukti-bukti adanya pemberantasan korupsi. Jadi menurut saya tidak hanya banyak hal-hal baru dari rapat ini kalau rapat dilakukan. Karena belum ada ketenangan saya mengususulkan rapat ini kita tunda sampai DPR mempunyai sikap resmi terkait Bibit-Chandra," ujar anggota Timwas dari FPKS, Mahfudz Siddik.
Pandangan senada disampaikan anggota Timwas dari FPDIP, Gayus Lumbuun. Gayus meminta rapat ditunda sampai ada kesepakatan DPR terkait kasus Bibit dan Chandra. "Pimpinan untuk menunda rapat sampai ada sikap DPR terkait status Bibit dan Chandra jelas, kalau rapat diteruskan saya akan walkout," pinta Gayus.
Fraksi Partai Golkar mengungkapkan serupa. Anggota Timwas dari Fraksi Partai Golkar Nudirman Munir bahkan mengancam walkout.
"Kami tetap pada kesepakatan untuk ditunda karena pimpinan KPK yang hadir masih tersangka korupsi. Dan kalau rapat dilanjutkan saya akan walkout," terangnya.
Sementara politisi dari Fraksi PD, PAN dan PKB meminta rapat untuk diteruskan. Karena ada dua keinginan yang berbeda dari para anggota Timwas, akhirnya rapat diskors.
Dengan komposisi seperti ini, maka peta fraksi yang mendukung dan menolak Chandra-Bibit berubah. Sebelumya di Komisi III DPR, ada tiga fraksi yang menerima Bibit-Chandra, yaitu PD, PAN, dan PKB. Namun, dalam rapat Timwas kali ini, PPP beralih menerima Chandra-Bibit dan minta rapat diteruskan, sementara PKB menolak Bibit-Chandra dan meminta rapat ditunda.
(asy/nrl)










































