"Saya berharap cucu saya ikut pulang hari ini," kata Imas Masitoh saat ditemui di depan Gedung A, Asrama Haji, Jl Pinangranti, Jakarta Timur, Rabu (2/2/2011). Cucu Imas bernama Lilik Siti Anisa yang berusia 26 tahun.
Imas mengatakan, Lilik telah tinggal di Mesir sejak dua tahun yang lalu. Lilik mengikuti suaminya yang berkuliah S2 di Al-Azhar. "Lilik juga mempunyai anak umurnya sekitar 2 tahun, saya juga belum pernah melihat," kata Imas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir kontak seminggu lalu waktu kerusuhan belum terjadi, tapi setelah rusuh, kita coba kontak nggak pernah nyambung. Kita langsung panik, makan nggak enak, tidur nggak nyaman," kata Imas yang mengaku sangat dekat dengan cucunya itu.
Beruntung, Imas mendapat kabar dari sanak saudaranya yang berada di Arab Saudi. Keluarga itu bisa mengontak Lilik. "Ternyata dia bisa menelepon Lilik dan mengabarkan ke kita. Lilik bilang kondisinya baik-baik saja, tapi ingin pulang," kata Imas menirukan kata-kata saudaranya di Arab Saudi.
Menurut Imas, tempat tinggal Lilik memang jauh dari lokasi kerusuhan. Namun tetap saja, Lilik merasa takut kerusuhan akan meluas dan mengancam keselamatan dirinya dan keluarganya. "Makanya kita berharap, dia bisa pulang sekarang," harap nenek yang tinggal di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat ini.
(ken/nrl)











































