Harap-harap Cemas Keluarga WNI dari Mesir di Bandara Cengkareng

Harap-harap Cemas Keluarga WNI dari Mesir di Bandara Cengkareng

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 12:23 WIB
Jakarta - Salah satu keluarga WNI dari Mesir yang sedang cemas menanti kedatangan rombongan adalah Rahmi. Ia datang bersama ayahnya, Pandi Upandi, yang berasal dari Bandung untuk menjemput kedua keponakannya yang bernama Ala (6) dan Adnan (4).

Perempuan berusia 26 tahun itu mengaku datang ke Jakarta sejak Selasa malam (1/2) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu (2/2) pukul 02.00 WIB. Namun setelah diberitahu bahwa para WNI dari Mesir tiba di terminal haji, ia dan ayahnya pun langsung ke lokasi.

"Saya ingin menjemput keponakan. Saya berangkat dari Bandung dan sampai sini jam 02.00 pagi. Setelah 1 jam saya menunggu di sana ternyata dapat informasi, mereka datangnya di terminal haji. Akhirnya jam 03.00 pagi saya langsung ke terminal haji," kata perempuan yang mengenakan kerudung putih itu kepada wartawan, di Terminal Haji, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (2/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mengetahui bahwa keluarga diminta untuk menjemput rombongan WNI dari Mesir di Asrama Haji Pondok Gede, Rahmi bersikeras untuk tetap menunggu di bandara. Ia khawatir dengan keponakannya yang masih kecil itu.

"Keponakan saya dititipkan ke teman kakak saya yang juga kuliah di sana. Namanya Rani dan Asep," imbuhnya.

Kakak Rahmi yang bernama Umi Kulsum itu tinggal di Nasr City bersama suaminya, Muhammad Taisir Al Azhar sejak 2001 lalu. Umi sendiri bekerja sebagai guru bahasa Indonesia untuk mahasiswa Mesir, sementara suaminya melanjutkan kuliah S2 di Universitas Al Azhar.

Kata Rahmi, kakaknya belum bisa pulang ke tanah air karena harus mengurus dokumen penting dan masih mempunyai bayi berumur 1,5 bulan yang tidak bisa ditinggalkan. Umi sebelumnya tidak bisa dihubungi sejak tanggal 27 hingga 31 Januari, baik melalui telepon maupun jejaring sosial Facebook. Namun pada tanggal 1 Februari, Umi berhasil menghubungi keluarganya di Bandung. Ia bercerita kalau kedua anaknya akan dievakuasi terlebih dahulu.

Dalam komunikasi tersebut, Umi bercerita suasana di Mesir sangat mencekam. Di sepanjang jalan sudah tidak ada lagi polisi, yang ada hanyalah pihak militer dan sipil yang membawa senjata api. Demonstrasi pun tak pernah usai.

Rencananya, Rahmi akan membawa kedua keponakannya untuk tinggal di Bandung. Ia berharap kakak dan keponakannya yang masih bayi bisa selamat dan segera kembali ke tanah air.

"Kakak saya belum tahu bisa pulang kapan, tapi kami sangat berharap mereka bisa segera pulang dengan selamat," tutup Rahmi dengan muka penuh kekhawatiran.
(feb/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads