Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Yayasan New7Wonders, Bernard Weber. Dalam seleksi tahap akhir yang menyisakan 28 finalis, Komodo akan dicopot dari proses nominasi.
"Kami terpaksa mengambil langkah ini setelah berminggu-minggu diskusi yang tidak produktif dengan pihak pemerintah dan swasta, yang tujuannya memecahkan masalah aspek legal yang penting secara positif," kata Weber dalam rilisnya dari Zurich, Swiss yang diterima Selasa (1/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, respons dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) amatlah lambat dalam mendukung kampanye ini lewat pernyataan publik dan dokumen pendukung lainnya," demikian dalam pengumuman tersebut.
Webber sungguh menyayangkan kondisi yang menimpa Komodo. Padahal menurutnya, kampanye New7Wonders bisa membantu tumbuhnya perekonomian, pariwisata dan naiknya reputasi negara bersangkutan. Saat pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia baru pada 7 Juli 2007, kampanye itu telah menghasilkan US$ 5 miliar atau Rp 45 triliun untuk para negara pemenang dari pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindungi hewan langka Komodo dan sejumlah hewan lainnya dilengkapi dengan panorama yang indah. Komodo telah menyingkirkan ratusan kompetitor dan bertahan sebagai 28 besar finalis babak akhir New7Wonders of Nature. Pada 11 November 2011 mendatang, 7 keajaiban alam terbaik akan dipilih dengan perayaan besar-besaran.
(fay/asy)










































