Siswa Sekolah Polisi Diperiksa

Bom Pekanbaru

Siswa Sekolah Polisi Diperiksa

- detikNews
Sabtu, 08 Mei 2004 02:35 WIB
Pekanbaru - Polda Riau telah memeriksa 20 orang saksi terkait bom di Pekanbaru. Salah seorang dari saksi itu berinisial Singariongging merupakan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru. Demikian Kapolda Riau Brigjen Deddy S Komaruddin kepada detikcom,saat ditemui di TKP peledakan, ruko Jl Soekarno-Hatta, Pekanbaru Jumat(07/05/2004). Siswa polisi itu diperiksa karena sehari sebelum peledakan bersama Irwanto, korban bom yang dicurigai sebagai pelaku, mengembalikan sepeda motor milik teman mereka. "Tapi siswa SPN itu statusnya masih sebagai saksi. Hingga saat ini kita belummenetapkan siapa tersangkanya,"kata Deddy.Tim Polda Riau dan Mebes Polri juga telah menemukan titik peledakan bom. Dari hasil penyidikan itu, bom berdaya ledak tinggi itu diperkirakan dipasang di dalam ruko milik Along.Menurut Kapolda, titik peledakan bom yang telah menewaskan dua orang itu, terletak di ruko No 10A yang selama ini dijadikan toka grosir sembako milik Along. Diperkirakan bom itu dipasang di ruko Along yang menghadap ke barat dilantai dasar atau sekitar 4 meter dari pintu depan dan 2 mter dari dinding sebelah selatan."Kita memperkirakan bom itu dipasang di dalam ruko Along dilantai dasar. Namun kita belum bisa mengetahui siapa yang meletakkan bom tersebut. Sampai saat ini kita masih terus melakukan penyidikan. Titik ledak bom itu berdiameter 75 senti dengan kedalaman 6 senti," kata Kapolda Riau sembari menambagkan bahwa titik peledakan itu diketemukan pada Kamis (6/05/2004) malah hari sekitar pukul 19.30 WIB.Masih menurut Deddy, Irwanto yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit Ibuni Sina itu diketemukan pihak aparat di di depan roko Along dengan kondisi luka parah. Dari jaket. berwarna biru yang digunakan Irwanto, setelah diselidiki diketemukan serbuk bahan peledak jenis RDX Nitrat. "Kehadiran Irwanto di lokasi kejadian tentu mengundang banyak pertanyaan. Sebab dia sendiri bukanlah orang yang bekerja pada Along dan bukan pula warga disekitar tempat kejadian. Namun kita belum bisa memintai keterangan pada Irwanto, karena kondisinya belum juga pulih,"kata Kapolda.Menyinggu kembali soal keterlibatan agen intelijen Amerika, yakni FBI, menurutnya, kehadiran satu orang anggota FBI hanya mengidentifikasi lokasi ledakan bukan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi."Kehadiran FBI itu Cuma mengidentifikasi tempat ledakan bom tersebut. Namun tidak terlibat dalam peemriksaan terhadap saksi-saksi. Pemeriksaan terhadap saksi tetap menjadi kewenangan penuh Polda Riau," kata Deddy. (iy/)


Berita Terkait