"Selama proses ini, Amerika Serikat akan terus mengulurkan tangan persahabatan dan kemitraan dengan Mesir. Dan kami siap memberikan bantuan apapun yang diperlukan untuk membantu rakyat Mesir seiring mereka mengatur kesudahan aksi-aksi protes ini," ujar Obama dalam pernyataan singkat kepada para wartawan di Gedung Putih.
"Selama beberapa hari terakhir, semangat dan martabat yang telah ditunjukkan oleh rakyat Mesir telah menjadi inspirasi bagi orang-orang di seluruh dunia, termasuk di sini di AS, dan bagi mereka semua yang percaya akan kebebasan manusia yang tak terelakkan," tandas pemimpin negara adikuasa itu seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (2/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama juga mengingatkan bahwa akan ada hari-hari sulit di masa depan. "Akan ada hari-hari sulit ke depan. Banyak pertanyaan mengenai masa depan Mesir yang masih tak terjawab. Tapi saya yakin bahwa rakyat Mesir akan menemukan jawaban itu," pungkas Obama.
Obama juga mengingatkan Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk mulai melakukan transisi kekuasaan "sekarang". Statemen ini seolah mengisyaratkan tawaran Mubarak untuk turun setelah pemilu bulan September 2011 tidaklah cukup.
Pernyataan ini disampaikan Obama setelah Mubarak berpidato bahwa dia tidak akan mengikuti pemilu September 2011. Pidato ini disampaikan setelah Mubarak dilobi oleh utusan Obama, diplomat veteran AS Frank Wisner.
(ita/nrl)











































