"Opini yang berkembang saat ini sudah jauh di luar konteks. Substansi pernyataan presiden bukan masalah kenaikan gaji melainkan cara presiden memotivasi TNI dan Polri untuk meningkatkan kinerjanya. Kontroversi yang berkembang sudah salah arah," kata Ibas dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (2/1/2011).
Ibas menilai, tindakan mengumpulkan koin untuk presiden sebagai bentuk penghinaan simbol Negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada korelasinya sama sekali. Inti pembicaraan SBY terkait kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan masyarakat. SBY konsisten untuk memprioritaskan pegawai menengah ke bawah," tambahnya.
Pria kalem ini menjelaskan, selain konsisten untuk memprioritaskan peningkatan gaji untuk pegawai negeri selama lima tahun terakhir, sejak 2005 hingga 2010 pemerintah meningkatkan gaji baik di kalangan guru, Polri, serta TNI (remunerasi) yang tujuannnya jelas untuk kesejahteraan.
Selain itu, gaji ke-13 pegawai negeri juga tetap dipertahankan. Ibas menilai, untuk saat ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan kenaikan gaji pejabat melainkan fokus untuk meningkatkan kinerja.
(anw/fiq)











































