Seperti dilansir AFP, Rabu (2/1/2011), Frank Wisner dikirim ke Kairo oleh Obama pada Senin (31/1/2011). Informasi ini dilansir oleh New York Times, mengutip diplomat AS.
"Pesan Mr Wisner, kepada Mubarak, bukan meminta kepada Mubarak untuk mundur. Akan tetapi dia diminta untuk membuka jalan bagi proses reformasi yang akan berujung pada pemilihan umum yang bebas dan adil pada bulan September untuk memilih pemimpin baru Mesir," tulis Times.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan oleh Times, surat permintaan tersebut ditandatangani langsung oleh Obama, yang pada hari Selasa kemarin mengadakan pertemuan tingkat tinggi di White House membahas masalah ini. .
Sebelumnya, Duta Besar AS untuk Mesir Margaret Scoby mengadakan pertemuan dengan tokoh oposisi Mesir Mohamed ElBaradei. Pertemuan ini adalah kali pertamanya setelah Elbaradei terbang kembali ke Mesir pekan lalu.
Jika permintaan Obama ini dipenuhi oleh Mubarak, menurut Senator AS John Kerry akan memberikan dampak yang sangat baik bagi Mesir.
"Itu adalah langkah yang sangat baik jika itu terjadi," ia kata John Kerry.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Mesir Hosni Mubarak berjanji tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden di Mesir yang dijadwalkan akan berlangsung pada September 2011 nanti. Namun Mubarak tetap akan berada di Kantor Presiden.
Pernyataan Mubarak tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang enggan disebutkan namanya kepada stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (1/2/2011) waktu setempat atau Rabu (2/2/2011). Mubarak, menurut sumber tersebut akan segera mengumumkan sendiri perihal ketidakikutsertaannya pada pemilu mendatang.
(anw/anw)











































