Hidayat Sambut Baik PBB Cabut Haramain dari Daftar Teroris
Jumat, 07 Mei 2004 18:32 WIB
Jakarta - Presiden PKS Hidayat Nurwahid menyambut baik keputusan PBB yang mencabut Yayasan Lembaga Pelayanan Pesantren dan studi Islam (LP2SI) Al Haramain yang dipimpinnya dari daftar teroris internasional. Demikian disampaikan Pimpinan Al Haramain, Hidayat Nurwahid dalam jumpa pers di Paparons Pizza, Jl. Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (7/5/2004).Penghapusan Al Haramain dilakukan 12 Maret 2004 atau 2 minggu setelah Hidayat meminta Dubes AS untuk Indonesia Ralph L Boyce mendesak PBB mencabut nama lembaganya itu dari daftar teroris."Penghapusan ini membuktikan Al Haramain sama sekali tidak terkait dengan lembaga teroris di mana pun," tandas Hidayat.Presiden PKS itu kembali menegaskan aktivitas Haramain sama sekali tak terkait dengan kegiatan terorisme. Aktivitas Haramain hanya berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas pesantren serta penerbitan buku-buku IslamHidayat minta kasus Haramain dijadikan pelajaran bagi AS dan PBB dan intelijen untuk tidak gegabah memasukkan nama orang atau lembaga dalam daftar teroris sebelum ada daftar yang kuat.PKS sangat dirugikan dengan pemasukan nama Al Haramain dalam daftar teroris. Tindakan PBB itu telah menyebabkan penggembosan suara PKS di beberapa daerah. Hidayat juga menyesalkan Deplu terlambat mengirimkan kabar keputusan DK PBB yang menyabut Haramain dari daftar teroris tersebut. Yayasan yang dipimpin Hidayat itu baru menerima salinan keputusan PBB itu Selasa (4/5/2004) lalu.Presiden PKS itu menyatakan tak ingin berburuk sangka keterlambatan Deplu sebagai tindakan sengaja untuk menguntungkan PDIP yang dipimpin Mega. "Kita berharap mudah-mudahan itu hanya masalah teknis. Tapi faktanya dalam masa kampanye isu ini digunakan untuk menggembosi suara PKS," katanya.
(iy/)











































