Seruan ini datang menyusul adanya upaya penjarahan atas benda-benda purbakala era Mesir Kuno di Museum Mesir dan tempat-tempat historis lainnya, di satu sisi warga setempat langsung beramai-ramai melindungi peninggalan tak ternilai itu.
"Belasungkawa pertama kali saya tujukan para para korban kerusuhan sipil dan keluarga mereka," kata Direktur UNESCO Irina Bokova atas tewasnya 125 warga Mesir, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (1/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai dari 120.000 peninggalan di Museum Mesir di Kairo yang tak ternilai, tidak hanya dalam hal ilmiah atau finansial, tetapi karena mereka mewakili identitas budaya masyarakat Mesir.Β Buktinya, ratusan warga secara spontan membentuk rantai di sekitar museum untuk melindunginya," tuturnya.
"Saya sungguh-sungguh meminta semua langkah yang perlu diambil untuk melindungi harta peninggalan Mesir, di Kairo, Luxor dan di semua situs budaya dan bersejarah lainnya di seluruh negeri."
Irina juga menyatakan keprihatinan atas kebijakan rezim Presiden Hosni Mubarak yang mematikan akses internet dan menangkap dan melecehkan wartawan karena mencoba untuk tetap berkuasa.
"Sangat penting bahwa baik pers nasional dan asing diizinkan untuk melakukan tugas mereka kepada publik dari perspektif obyektif," katanya.
Dalam kerusuhan Jumat lalu, penjarah merusak mumi dan memenggal dua kepala artefak dan merusak peninggalan lainnya untuk mencari emas di Meseum Kairo. Penjarah baru pergi setelah tentara datang dan menjaga museum penting tersebut.
(nrl/nvt)











































