Dalam voting hari ini, sebagian besar anggota parlemen memilih untuk memberhentikan Behbahani. Mereka menganggap pejabat tersebut gagal memperbaiki buruknya catatan keselamatan udara, kereta api dan jalan raya.
"147 dari 234 anggota parlemen yang hadir memilih untuk menggeser menteri tersebut," ujar ketua parlemen Ali Larijani seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (1/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut analis politik, pemecatan ini merupakan bagian dari perebutan kekuasaan antara Ahmadinejad dan salah satu rival utama politiknya, Larijani yang mengkritik pemerintah atas buruknya perekonomian.
Sesi voting parlemen tersebut tidak dihadiri Ahmadinejad dan Behbahani. Larijani pun mengkritik keduanya. "Pemerintah tak punya hak untuk mengabaikan sesi pemecatan... Mereka melanggar hukum dengan tidak hadir di parlemen hari ini," cetus Larijani.
Menurut sekutu-sekutu Larijani, pemecatan ini bermotif politik dan bertujuan untuk melemahkan Ahmadinejad.
(ita/nrl)










































