"Memang ada hambatan dalam pengumpulan warga dari rumah ke penampungan. Dalam krisis di Mesir, dilarang menggunakan bus-bus besar. Karena itu KBRI telah mengeluarkan mobil-mobil kecil untuk menjemput warga dari rumah," kata Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda di Gedung Bina Graha, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (1/2/2011).
Hassan mengatakan, pelarangan menggunakan bus besar karena dikhawatirkan bisa digunakan untuk pengerahan massa berdemonstrasi. Namun meski begitu, KBRI optimistis pesawat yang akan mengangkut WNI tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan Menlu ini, sejak tadi pagi, KBRI langsung mengangkut WNI ke penampungan. Setiap ada WNI langsung diberangkatkan. Namun Hassan tak tahu berapa banyak WNI yang sudah dievakuasi.
"Kita tidak menampung terlalu lama. Begitu ada kita angkut ke airport," jelasnya.
Hassan mengatakan, kondisi mental para WNI cukup baik. Memang tempat tinggal WNI masih jauh dari pusat demonstrasi. Apalagi banyak mahasiswa WNI tinggalnya di Nashr City yang dekat dengan bandara.
"Sejauh ini gelombang demonstrasi tidak liar, cukup damai dan tidak ada konflik antara demonstran dan pihak keamanan. Secara fisik WNI kita tidak terpengaruh secara negatif," ungkapnya.
Diperkirakan kloter pertama WNI akan tiba di Bandara Cengkareng pukul 10.00 WIB, Rabu (2/2/2011). Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita.
(gus/nrl)











































