"Muhammadiyah mengusulkan sistem suksesi kepemimpinan nasional karena pemilu 2014 ini sangat krusial. Alih generasi dan siap yang diberi mandat oleh rakyat harus punya kualitas," ujar Din kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Din berharap capres yang maju dalam Pilpres 2014 benar-benar tokoh negarawan. Ia berharap Presiden tidak terpilih hanya karena memiliki banyak uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, Din menuturkan, diperlukan sistem suksesi kepimpinan nasional. Diharapkan pemilu mendatang dapat melahirkan banyak pemimpin nasional yang memiliki kualitas handal.
"Jangan sampai jadi presiden harus membayar. Bupati bayar Rp 10 miliar, gubernur berapa miliar, Presidennya berapa banyak lagi. Nanti Presiden jadi sulit kalau duitnya sedikit apalagi gajinya nggak naik-naik," tandasnya.
(van/lrn)











































