PBR, PPDK dan PKPB akan Capreskan Mbak Tutut?

PBR, PPDK dan PKPB akan Capreskan Mbak Tutut?

- detikNews
Jumat, 07 Mei 2004 16:39 WIB
Solo - Soal dukungan terhadap SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), PBR (Partai Bintang Reformasi) terpecah. Partai peraih 12 kursi di DPR ini malah sedang membahas capres perempuan alternatif. Partnernya Partai PDK dan PKPB. Mencalonkan Mbak Tutut-kah? Ketua DPP PBR Zaenal Ma'arif kembali menegaskan bahwa hampir tidak mungkin partainya bergabung dengan Partai Demokrat (PD) dan mendukung SBY sebagai capres. Menurut Zaenal, PBR saat ini sedang intensif menggalang pertemuan dengan PPDK dan PKPB untuk mencalonkan capres alternatif. "Apa yang disampaikan oleh SBY maupun pimpinan PD lainnya bahwa PBR akan bergabung dan mendukung SBY sebagai capres, seluruhnya adalah kecerobohan. Kami belum menyebutnya sampai pada tingkat kebohongan, tapi kecerobohan nasional yang dilakukan oleh SBY dan partainya," ujar Zaenal kepada wartawan di Solo, Jumat (7/6/2005)."Kalaupun dalam pertemuan dengan SBY itu ada Pak Ade Nasution dari PBR, sesungguhnya dia tidak dapat disebut representasi PBR. Kami juga akan melakukan pleno untuk meminta klarifikasi Pak Ade, apakah benar ada pertemuan itu, apakah benar dia menyampaikan dukungan itu, dan kalaupun dia menyampaikan saat itu dia bicara sebagai pribadi atau mewakili partai," lanjutnya.Menurut Zaenal, tata kehidupan bernegara dan berbangsa di Indonesia tidak akan semakin bagus jika dipimpin oleh SBY yang dinilai sebagai peragu dan sulit mengambil keputusan dengan cepat Selain itu, lanjut Zaenal, tidak akan lebih baik jika negara ini dikelola oleh pimpinan bertipe Brutus. "Menjelang akhir kekuasaan Pak Harto, SBY datang ke kampus UI dan seakan mengibarkan bendera sendirian. Ketika dukungan politik terhadap kekuasaan Gus Dur makin melemah SBY meninggalkan kabinet. Hal yang sama dilakukannya ketika berada di kabinet Megawati," papar Zaenal.Zaenal lebih lanjut memaparkan bahwa rapat DPP PBR Rabu malam lalu telah memutuskan dua opsi untuk menghadapi Pilpres. Opsi pertama adalah melakukan oposisi dengan tidak mendukung siapapun capres yang ada. Sedangkan opsi kedua adalah mengajukan calon alternatif dengan cara melakukan koalisi partai.Menurut dia, dalam perkembangan berikutnya opsi kedua lebih mendapat dukungan dari dalam. Saat ini partainya telah melakukan pertemuan-pertemuan politik dengan pimpinan PPDK dan PKPB. Sedangkan sosok yang akan diajukan sebagai capres alternatif itu adalah seorang perempuan."Kalau ketika partai ini bergabung sudah mencapai 6 persen suara. Ini sudah memadai untuk mengajukan capres. Selain itu kami juga akan merangkul pakar-pakar dari dalam kampus untuk ikut mendukung koalisi ini," papar Zaenal.Meski demikian Zaenal tetap belum bersedia menyebut nama atau kriteria sosok tokoh perempuan yang akan diajukan koalisi tiga partai tersebut. Ketika didesak apakah tokoh itu Siti Hardiyanti Rukmana yang selama ini memang dicapreskan oleh PKPB? Zaenal tetap belum bersedia mengiyakan meskipun juga tidak membantahnya. "Tanggal 10 nanti akan kami umumkan. Anda semua akan tahu secara gamblang. Yang jelas capres kami ajukan ini nanti kami anggap mampu mengimbangi Megawati," tukas dia.Bila memang Tutut yang akan dicalonkan, sebenarnya masuk akal saja. Lihat saja, beberapa hari yang lalu Ketua Umum PBR Zainuddin MZ rajin menjenguk mantan Presiden Soeharto di RSP Pertamina, Jakarta. Tidak hanya sekali saja. Wartawan memergokinya dua kali. Kepada wartawan, Zainuddin mengaku hanya menjenguk dan silaturahmi. Zainuddin tidak berkomentar soal politik, tapi seakan menjadi juru bicara keluarga Cendana, memberikan pernyataan soal perkembangan Soeharto. Bisa jadi, di balik kunjungan Zainuddin ini, ada pertemuan-pertemuan politik di RS itu. Apalagi, kabarnya Tutut juga telah melakukan kunjungan-kunjungan ke sejumlah pesantren untuk menggalang dukungan sebagai capres. Bahkan, kabarnya Tutut dalam waktu dekat juga akan menemui Gus Dur untuk meminta restu. Tapi benarkah? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, bila PBR, Partai PDK dan PKPB bergabung, mereka berhak mencalonkan presiden, karena perolehan suaranya mencapai lebih 5 persen. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads