"Kita monitor keadaan berangsur-angsur pulih. Polisi sudah mulai kembali ke jalan ditempatkan di pos-pos tertentu di Kota Kairo," kata Atase Penerangan KBRI Kairo, Ali Andika, melalui sambungan telepon, Selasa (1/2/2011).
Ali menjelaskan, 2 hari lalu saat polisi ditarik dari jalan, sempat terjadi anarki di Kota Kairo. Suara tembakan sesekali terdengar, jam malam juga diberlakukan. Namun setelah militer ikut menjaga dan polisi kembali bertugas, keadaan kembali tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat berkumpulnya para pengunjuk rasa anti Mubarak berada di Tahrir Square, yang hanya berjarak 2 Km dari KBRI atau 5 menit dengan berkendara. Selama amuk massa terjadi pada 2 hari lalu, kondisi KBRI tetap aman.
"Tidak sampai ada truk atau tank militer yang menjaga di depan KBRI. Kita normal saja," imbuhnya.
Hal yang patut disyukuri, WNI di Mesir menaati imbauan KBRI. Mereka tetap berada di tempatnya masing-masing. KBRI bersama sejumlah warga juga sudah membangun posko-posko komunikasi di tiga titik kalau ada sesuatu hal.
"Kita sudah mempersiapkan semuanya, termasuk evakuasi. Akan diberangkatkan 400 orang WNI, wanita dan anak-anak sesuai kapasitas Boeing-747, pukul 9 malam waktu Kairo atau 2 dini hari waktu Indonesia akan diberangkatkan," terangnya.
Umumnya WNI tinggal di Nashr City atau Greater Cairo, yang berjarak 30 Km dari Tahrir Square. Kebetulan juga, mahasiswa di Mesir, baru saja selesai ujian. Selain itu ada imbauan dari Syekh Al Azhar untuk tetap melaksanakan perkuliahan.
"Masyarakat Indonesia dalam keadaan baik," tegasnya.
Bagi keluarga di Indonesia, Ali meminta untuk tidak khawatir. Bagi yang ingin tahu kondisi keluarganya bisa menghubungi hotline KBRI di sejumlah nomor, yakni +20227947200, +20227953877, +2023350627, +20237617681.
(ndr/nrl)











































