PWNU Sumsel Bebaskan Warganya Memilih Capres
Jumat, 07 Mei 2004 15:40 WIB
Palembang - Dipinangnya dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Salahuddin Wahid menjadi cawapres Wiranto dari Partai Golkar dan KH Hasyim Muzadi sebagai cawapres dari Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tidak akan membuat warga NU Sumsel bingung.Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel Malan Abdullah kepada pers di Palembang (7/5/2004) mengatakan, dia tidak akan memerintahkan warga NU untuk memilih orang NU yang menjadi cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan wakil presiden mendatang.Di sisi lain, tidak ada perintah dari PBNU untuk memilih cawapres dari NU. Dan, perintah itu tidak mungkin ada yang ditujukan untuk NU di daerah-daerah. "NU menyerahkan sepenuhnya kepada warga NU, ini sudah menjadi garisan," katanya.Sejauh ini, PWNU Sumsel belum didekati oleh partai politik lokal atau tim sukses capres untuk mengarahkan warga NU Sumsel memilih pasangan capres dan cawapresnya. Kalau pun ada yang mendekati, Malan mengatakan, tidak memutuskan, harus memilih capres dan cawapres dari Parpol tertentu."Sikap NU itu adalah adanya kesepakatan bersama, sebab ini sudah menyangkut institusi, kelembagaan, ada forum muzakarah," katanya.Dia berpendapat, bagi warga NU, Pilpres tidak mengandung persoalan serius meski ada tokoh NU ditarik partai untuk menjadi cawapres. Pilpres sendiri, menurut Malan, tidak jauh berbeda dengan Pemilu legislatif."Pada waktu Pemilu Legislatif lalu, warga NU menyebar, tidak hanya satu partai, memilih partai sesuai dengan pilihan, mereka memiliki hak untuk memilih," katanya.Menurutnya, NU bukan organisasi politik sehingga jika ada orang NU didekati orang partai politik, itu lebih karena pekerjaan orang-orang parpol. "Yang bekerja seperti itu orang-orang politik, bukan kerja orang-orang NU," tambahnya.
(nrl/)











































