Temuan Baru, SARS Mungkin Bisa Menyebar Lewat Keringat

Temuan Baru, SARS Mungkin Bisa Menyebar Lewat Keringat

- detikNews
Jumat, 07 Mei 2004 15:40 WIB
Jakarta - Virus SARS telah ditemukan dalam kelenjar keringat. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penyakit mematikan itu mungkin bisa pula menyebar lewat jabatan tangan. Tidak hanya melalui cairan yang keluar akibat batuk dan bersin.Demikian hasil sebuah studi baru yang diterbitkan dalam publikasi Inggris, Jurnal Pathologi, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/5/2004).Virus penyakit sindrom pernapasan akut dan parah itu juga telah ditemukan pada usus penderita SARS. Sehingga pembuangan kotoran yang terkontaminasi juga potensial menjadi sumber infeksi SARS.Para pakar dari Universitas First Military Medical di Guangzhou, Cina selatan, mengingatkan kemungkinan terjadinya krisis kesehatan besar, jika riset-riset berikutnya mengonfirmasi bahwa SARS bisa ditularkan lewat jalur-jalur tidak terduga ini.Temuan baru ini didapat setelah tim ahli pathologi menguji jaringan yang diambil dari empat orang yang meninggal akibat SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), dan dari empat kontrol -- orang-orang yang meninggal akibat sebab lain.Tim pakar menemukan bahwa paru-paru penderita SARS dipenuhi dengan virus SARS: sebanyak 49 persen sel jaringan yang mereka amati terinfeksi SARS. Ini tidak mengagetkan karena SARS memang telah dikenal sebagai penyakit yang bisa ditularkan lewat cairan yang keluar saat batuk dan bersin.Namun yang mengejutkan adalah fakta bahwa virus SARS juga terdeteksi di banyak organ dan jaringan lainnya, termasuk perut, usus kecil, kelenjar keringat, pankreas, hati dan cerebrum (otak)," ujar peneliti. Bahkan karena jejak-jejak virus juga ditemukan pada ginjal, maka urine mungkin pula secara teori bisa menyebarkan penyakit yang belum ada obatnya ini.Kebocoran pembuangan kotoran telah dikaitkan pada timbulnya wabah SARS terbesar di Hong Kong tahun lalu. Total 321 orang, yang tinggal di kompleks perumahan elit Amoy Gardens di Kowloon, jatuh sakit akibat SARS pada Maret dan April 2003 lalu. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads