"Partai Golkar akan membantu secara advokasi. Kita akan hadirkan saksi ahli meringankan serta pengacara yang baik," ujar Muladi selaku Ketua DPP Golkar, di Rutan Cipinang, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Kedatangannya ke Rutan Cipinang siang ini adalah untuk menjenguk sejumlah politisi senior Golkar yang menjadi tahanan KPK. Sesaaat sebelumnya dia juga mampir ke Rutan Salemba buat urusan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar percakapannya dengan para koleganya di Partai Golkar yang sedang menjadi tahanan KPK juga terungkap sebuah pengakuan baru. Semuanya mengaku tidak pernah mendapat pengarahan untuk memilih Miranda Swaray Goeltom sebagai DGS BI dan mengira cek pelawat yang mereka terima adalah bantuan dari DPP Partai Golkar.
"Mereka itu tidak pernah dapat briefing agar memilih Miranda atau bagaimana. Ketika diberi cek, mereka juga tidak tahu untuk apa dan uang siapa. Mereka sangka itu bantuan dari partai untuk konstituen di daerah," papar Muladi.
Kesimpulan hasil 'safari' ke Rutan Salemba dan Cipinang akan Muladi laporkan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie. "Nanti malam saya bicarakan dengan Pak Ical," kata politisi yang juga menjabat sebagai Gubernur Lemhannas itu.
Menyinggung rencana Paskah Suzetta mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka dan penangkapannya oleh KPK, menurut Muladi, upaya hukum itu merupakan hak dari mantan Meneg PPN/Kepala Bappenas itu. Golkar memastikan akan memberi dukungan.
"Silakan saja Pak Paskah mengajukan gugatan praperadilan. Dia tidak terima sebab belum pernah diperiksa lalu dijadikan tersangka dan ditahan karena pengakuan dari satu orang saja," jawab Muladi yang siang ini berkemeja batik warna hijau itu.
(lh/nrl)











































