"Twitter dan facebook itu bukan ancaman demokrasi, kalau ada kritik dari jejaring sosial itu harus diterima. Jadi kalau ada menteri yang mengatakan ada ancaman nonmiliter lewat twitter itu menterinya mengada-ada dan berlebihan," ujar Pram kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Menurut Pram, menteri harusnya memahami fungsi teknologi. Terlebih Tifatul Sembiring yang membidangi masalah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan Menhan membeberkan adanya peluang ancaman negara disebar pihak tidak bertanggungjawab melalui twitter dan facebook. Pernyataan ini diamini Menkominfo Tifatul Sembiring yang menyampaikan kemungkinan rahasia negara dibocorkan lewat jejaring sosial.
Namun Tifatul menegaskan tidak akan memblokir kedua jejaring sosial tersebut. Menkominfo hanya merasa perlu memantau peredaran informasi di jejaring sosial tersebut.
(van/gun)











































