Menurut operator P6, Mayasari Bhakti, banyak alasan yang membuat mereka tetap mengoperasikan bus bertarif Rp 2.500 itu.
"Sampai saat ini memang masih ada bus-bus kita yang beroperasi seperti P6 walaupun sebenarnya rute itu sudah dibekukan," kata Asisten Direktur Operasi Mayasari Bhakti, Ahmad Zulkifli, kepada detikcom, Selasa (1/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya kita ikut dengan aturan pemerintah, tapi kita juga meminta pertimbangan pemerintah untuk operasional P6 ini, makanya kita kirimkan perwakilan untuk ke Dishub DKI. Sambil mencari solusi kita maka itu kita operasikan dulu P6-nya," katanya.
Ahmad yakin, P6 masih banyak peminatnya. Maka itu akan sangat disayangkan jika operasionalnya harus dihentikan.
"Patas P6 ini juga melayani 24 jam, berbeda dengan TransJakarta yang melayani hanya sampai pukul 22.00 WIB. P6 ini juga digunakan oleh kalangan bawah dengan tiket Rp 2.500. Lagian bus-bus trayek ini juga masih keluaran baru antara tahun 2009-2010 jadi kita masih ada urusan cicilan dengan perbankan," ujarnya.
Untuk trayek P6 ini, Mayasari Bhakti memperkerjakan 300 orang kru. Dengan jumlah yang tidak sedikit itu, Mayasari Bhakti berharap tidak ada proses pengurangan tenaga pekerja.
"Untuk trayek ini kita punya 300 kru dengan jumlah bus 50 unit dan setiap bus ada 6 kru, 3 kernet dan 3 kondektur," beber Ahmad.
Β
"Makanya kalau sampai mereka berhenti total kan kasihan harus pulang kampung," ujarnya. (lia/nrl)











































