"Pesawat ini berangkat 24.35 WIB. Penerbangan sekitar 9 jam dan telah tiba di Jeddah pukul 07.26 waktu Jeddah alias 11.26 WIB," ujar Kepala Humas PT Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada detikcom, Selasa (1/2/2011).
Dia menjelaskan, pesawat yang diterbangkan tersebut mampu mengangkut 428 penumpang. Rinciannya, 42 kursi bisnis dan 386 kursi ekonomi.
"Kita mendarat di Jeddah karena untuk mengisi bahan bakar. Kita khawatir tidak bisa mengisi bahan bakar di Kairo," imbuh Pujo.
Sementara, baru 1 pesawat milik Garuda yang diterbangkan untuk membantu evakuasi sekitar 6.000 WNI yang ada di Mesir. Bila diminta lagi, Garuda siap berkoordinasi dengan pemerintah.
Lebih dari sepekan, tidak kurang dari 100 orang tewas dan 2.000 orang luka-luka akibat demonstrasi menentang pemerintah Hosni Mubarak. Namun masih belum diketahui secara pasti berapa banyak jumlah polisi dan demonstran yang tewas. Rakyat Mesir menuntut turunnya Hosni Mubarak yang sudah 32 tahun memerintah.
Saat ini banyak negara yang mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi warga negaranya. Namun proses evakuasi bukan perkara mudah. Ada yang pesawatnya sudah tiba, tapi penumpangnya tidak ada karena calon penumpang kesulitan mencapai bandara di Kairo akibat demonstrasi besar. Antrean penerbangan di bandara juga menjadi kendala.
(vit/nrl)











































