"Sudah berulang kali kita jelaskan, sebetulnya Pak SBY tidak pernah mengeluh untuk gajinya naik atau dinaikkan. Justru dia memotivasi prajurit. Berapa kali dulu diajukan kenaikan tapi beliau tidak mau. Jadi ya sudahlah tidak usah diperpanjang," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi.
Hal itu disampaikan Sudi usai pelantikan pejabat Eselon I di Gedung Setneg, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2011).
Dirinya sebagai pembantu Presiden tersinggung dengan gerakan mengumpulkan koin itu. "Iya, sangat tersinggung. Sangat tersinggung saya," tegas Sudi.
Kalau Bapak Presiden tersinggung juga? "Iya semua. Beliau bagaimana tidak, wong beliau sama sekali tak mengeluh. Saya kira kita semua punya perasaan lah ya. Bagaimana perasaan kita itu kan termasuk. Ya saya kira kurang pas lah," jawab Sudi.
Sebelumnya sejumlah anggota DPR dari Komisi III menggalang 'Koin untuk Presiden'. Sejumlah anggota dari Fraksi Partai Golkar seperti Nudirman Munir dan Bambang Soesatyo tampak mencemplungkan koin. Langkah ini dianggap sebagai sindiran atas curhat Presiden SBY soal gajinya yang tidak naik selama 7 tahun.
Ketua Umum Partai Demorkat Anas Urbaningrum menilai hal itu sebagai sinisme yang berlebihan. Sementara kubu Golkar menilai hal itu sebagai kritik yang kreatif.
(nwk/nrl)











































