"Peta politik berubah pasca pemungutan di Komisi II DPR yang menolak kehadiran Wakil Ketua KPK Bibit dan Chandra dalam rapat kerja Komisi III. Peta politik di DPR semakin liar, setgab tidak sesolid yang dibayangkan sebelumnya," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Menurut Martin, bangunan Setgab koalisi terbukti rapuh dan tidak bisa memenangkan aspirasi partai pemimpin koalisi, PD. Partai koalisi sudah mengambil keputusan seenak perut masing-masing.
"Setgab kelihatannya rapuh dan tak berdaya karena anggotanya tidak satu suara. Bahkan anggota-anggota setgab malah pecah dan banyak yang menolak kehadiran Bibit-Chandra. Suasana emosi lebih menonjol daripada akal sehat mereka," terang Martin.
Karenanya, menurut, Martin, terbuka peluang digunakannya hak menyatakan pendapat atas kasus Century. Apalgi koalisi makin liar dan tidak konsisten mengamankan pemerintah.
"Peta politik di DPR ke depan berpeluang liar dan sangat rentan terhadap kemungkinan adanya hak menyatakan pendapat DPR terkait kasus Century yang bisa lolos. Koalisi pemerintahan rapuh sekarang karena saling menyandera dengan kepentingan masing-masing," jelasnya.
(van/gun)











































