Komisi III DPR Tidak Konsisten Soal Bibit-Chandra

Komisi III DPR Tidak Konsisten Soal Bibit-Chandra

- detikNews
Selasa, 01 Feb 2011 10:36 WIB
Komisi III DPR Tidak Konsisten Soal Bibit-Chandra
Jakarta - Sikap Komisi III DPR yang menolak kehadiran 2 pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah disesalkan oleh anggota DPR lainnya. Komisi III DPR dinilai tidak konsisten terhadap 2 pimpinan KPK itu.

"Penolakan kehadiran pimpinan KPK bentuk sikap DPR yang tidak konsisten terhadap Bibit dan Chandra," kata anggota komisi X DPR Gede Pasek Suardika melalui telepon kepada detikcom, Selasa(1/2/2011).Β 

Suardika yang juga anggota tim pengawas Century menyebutkan, sikap tidak konsisten DPR itu yakni sebelum ada 19 anggota DPR ditahan, tim pengawas Century menerima kehadiran Bibit dan Chandra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa anggota Tim Pengawas Century yang juga anggota Komisi III, yaitu Gayus Lumbuun, Bambang Soesatyo tetap menerima kehadiran Bibit dan Candra.

"Pada beberapa kali pertemuan, tim pengawas Century DPR mengundang KPK yang dihadiri Bibit dan Chandra tidak dipermasalahkan. Namun pada saat 19 DPR ditahan, Komisi III menolak Bibit dan Candra," sindir anggota Fraksi Demokrat ini.

Bahkan Gede menyebutkan, pada proses pemilihan ketua KPK, Komisi III memasukan Bibit dan Chandra sebagai salah satu calon ketua bersaing dengan Busyro Muqoddas. "Kalau Bibit atau Candra terpilih, sangat aneh jika mereka ditolak datang ke DPR," terangnya.

Ia berharap DPR tidak emosional menyikapi 19 anggotanya ditahan KPK. "Jangan emosional. Lebih baik dituntaskan ke pengadilan untuk menentukan kebenaran dan kesalahan seseorang," kata Suardika.

Ia percaya ada beberapa anggota DPR yang terjebak, seperti menerima uang itu bukan karena niat jahat.

"Mungkin saja karena sebagian tidak tahu atau ikut-ikutan menerima seperti teman-temannya. Namun, semua harus dibuktikan di pengadilan," kata Suardika.

Gede menilai keputusan Komisi III menolak 2 pimpinan KPK tidak elok dilihat oleh masyarakat. "Karena sudah voting di Komisi III DPR kita hargai sebagai demokrasi walaupun tidak elok dilihat masyarakat. Seakan-akan DPR jadi temperamental pada saat penegakan hukum mengangkut temannya sendiri," jelas Suardika.

(gds/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads