Makanan ini memang bukan seperti pastel yang biasa kita makan di Indonesia. Namanya khuushuur. Ini merupakan makanan tradisional negeri asal Chinggis Khan (di Indonesia dikenal dengan Jenghis Khan), Mongolia.
Mau tahu apa isi pastel ini? Daging anak sapi cincang plus daging domba cincang. Rasanya gurih, namun aroma daging domba kuat terasa. Di Mongolia, makanan serba daging memang mendominasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seporsi khuushuur berisi 4 potong besar. Sajian ini dilengkapi dengan salad sayuran. Di rumah makan ini, seporsi khuushuur dihargai 7.900 Tugrug. Untuk diketahui, US$ 1 sekitar 1.200-1.400 Tugrug.
Untuk orang Indonesia yang kebanyakan suka makan makanan pedas, khuushuur ini memang kurang menggigit. Soalnya, tidak ada saus sambal yang melengkapi sajian ini.
Saking jumbonya makanan ini, saya hanya mampu menghabiskan satu potong khuushuur. Sisanya saya bawa pulang ke hotel dan dibagi ke teman-teman.
Makanan tradisional Mongolia yang lain adalah buuz. Penampilan makanan ini mirip dengan dim sum, hanya saja isinya iga sapi panggang. Buuz juga disajikan dengan salad sayuran dan lagi-lagi tanpa saus sambal.
Selain itu, makanan yang bisa dicicipi adalah lapsha yang merupakan sup mie dengan resep tradisional Mongolia. Ada juga yerro, yakni ikan goreng yang disajikan dengan nasi, kentang, wortel dan saus mustar.
(vit/irw)











































