Dikutip dari reuters, Senin (31/1/2011), ini adalah pernyataan pertama yang keluar dari angkatan bersenjata Mesir. Mereka tidak akan melawan ribuan demonstran yang menginginkan Mubarak mundur itu dengan senjata.
"Kehadiran tentara di jalan-jalan adalah untuk kepentingan Anda dan menjamin keamanan dan kesejahteraan Anda. Kami tidak akan menggunakan kekuatan bersenjata untuk melawan warga negara Mesir yang hebat," kata seorang petinggi militer.
"Angkatan bersenjata Anda, yang menyadari legitimasi permintaan Anda dan memilul tanggung jawab untuk melindungi negara dan penduduknya, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi melalui cara damai dijamin untuk semua orang," tambahnya.
Selanjutnya, kalangan militer juga mendesak agar demonstran tidak melakukan tindakan-tindakan sabotase dan menghancurkan fasilitas umum. Mereka memperingatkan tidak akan membiarkan perusuh untuk melakukan penjarahan, penyerangan dan teror.
Situasi di Mesir terus memburuk akibat unjuk rasa menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dari jabatannya sudah berlangsung 6 hari. Seratusan orang telah tewas dalam demo rusuh tersebut. Beberapa negara memutuskan untuk menarik warga negaranya yang tinggal di Mesir, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat (AS). (irw/did)











































