"Ini saya masih dikerangkeng (di Polda Metro Jaya), jadi kayak monyet saja. Tak apa apa. Yang jelas saya tetap akan ungkap perkara korupsi ini agar tuntas. Salam buat teman-teman," ucap Agus melalui telepon seperti ditirukan oleh kerabatnya, Wahyu Ardiyanto.
Wahyu ditemui detikcom saat mengikuti doa bersama di rumah Agus di Kampung Kedungrejo, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan/Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Acara yang dihadiri sekitar 100 jamaah tersebut dimaksudkan untuk memohon keringanan hukuman bagi Agus selaku peniup peluit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tidak menginginkan apa yang dilakukan oleh Agus justru menjadi senjata makan tuan. Kalau itu yang terjadi, dikhawatirkan orang-orang seperti saudaranya tersebut akan ketakutan sehingga kasus-kasus korupsi lainnya tidak tersentuh.
Penahanan Agus, terang Wahyu, membuat kaget para kolega serta para tetangga di Batang. Begitu mendengar berita penahanan Agus, warga langsung meresponnya dengan doa bersama yang dimulai pukul 19.30 WIB.
"Kita sangat kaget mendengar berita penangkapan tersebut, maka kita secara spontan menggelar doa bersama," tutupnya.
(irw/irw)










































