Pasukan Inggris Hadapi Tuduhan Baru Penyiksaan Tahanan Irak
Jumat, 07 Mei 2004 11:59 WIB
Jakarta - Pasukan Inggris kembali menghadapi tuduhan penganiayaan tahanan-tahanan di Irak. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan tengah menyelidiki tuduhan baru penyiksaan, setelah sebuah harian melansir pengakuan seorang prajurit Inggris, yang mengatakan melihat pemukulan terhadap tawanan-tawanan Irak.Surat kabar Daily Mirror menuliskan bahwa tentara Inggris itu telah menyampaikan keterangan detail penganiayaan tersebut kepada polisi militer. Termasuk nama-nama dan pangkat para prajurit yang terlibat dalam pemukulan tersebut.Menurut tentara Inggris yang menjadi saksi mata penyiksaan tersebut, tawanan-tawanan Irak selain dipukuli juga ditendang berulang kali. "Mereka berlutut, dan ketika mereka menjatuhkan tangan mereka (yang disuruh diangkat), mereka akan ditendang sampai tangan mereka terangkat lagi," tukas prajurit Inggris yang dirahasiakan identitasnya itu.Pada satu kesempatan, ujar tentara tersebut, seorang kopral mendekati seorang tahanan yang wajahnya ditutup plastik dan mencolok mata tahanan tersebut dengan jari sampai ia menjerit-jerit kesakitan.Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa investigasi tengah dilakukan atas kasus baru ini. "Kami bisa mengonfirmasi bahwa seseorang yang datang ke Daily Mirror dengan tuduhan, telah berbicara dengan Kepolisian Militer Kerajaan," ujar seorang juru bicara kementerian.Sebelumnya, pada pekan lalu Daily Mirror juga melansir foto-foto yang menunjukkan tentara-tentara Inggris sedang mengencingi seorang tawanan Irak dan memukulinya dengan senapan.Gambar tersebut muncul tak lama setelah foto-foto yang beredar di Amerika Serikat yang memperlihatkan penganiayaan dan pelecehan seksual para tahanan Irak oleh tentara AS di penjara Abu Ghraib, di Baghdad, Irak.
(ita/)











































