Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai mendampingi Presiden SBY jumpa pers mengenai Krisis Mesir di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2011). "Yang penting tim berangkat dulu, pesawat ke sana, pengaturan, prioritas anak anak dan ibu ibu dulu," kata Hatta.
Saat ini, menurut Hatta, sedikitnya sudah ada pesawat Garuda dan Lion Air yang siap untuk diterbangkan untuk mengevakuasi WNI di Mesir. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk proses evakuasi ini.
Berikut petikan wawancara Hatta Rajasa dengan para wartawan:
Pak, soal pesawat untuk proses evakuasi bagaimana?
Pesawat Garuda kan ada satu. Kita upayakan ada Lion lah. Semua pesawat Indonesia bisalah. Kalau ada 2 pesawat saja kan sudah bisa 900 itu warga yang keangkut.
Lion memang bisa ke Arab, pak?
Kalau izin khusus bisa lah, kan dia sudah penerbangan internasional kan di Jeddah. Garuda sudah satu armada
Cuma satu?
Ya, pakai pesawat Boeing 747, pesawat besar, 450 pax isinya. Tentu beberapa penerbangan.
Sehari akan ada berapa kali?
Oh belum. Nanti tim akan mempersiapkan, saya mempersiapkan dari segi pendanaan, logistik.
Anggarannya dari mana?
Di samping itu yang tersedia yah yang di Deplu, bisa juga diambil dari anggaran darurat
Dari Kemlu berapa?
Saya tidak tahu, nggak banyak kan selalu ada cadangan dana untuk WNI kita di luar negeri. Tapi kayaknya nggak cukup itu. Makanya pakai dana cadangan kementerian keuangan untuk kekurangannya
Nanti malam bawa logistik?
Ya logistik, makanannya lah di-drop di KBRI, poskonya di KBRI
Evakuasi berapa lama?
Ya, kalau bolak balik cepet lah. Yang penting tim berangkat dulu, pesawat ke sana, pengaturan, prioritas anak anak dan ibu ibu dulu.
(anw/asy)











































