"Di antara mereka juga ada yang tidak mau dievakuasi, tapi lebih memilih mencari tempat aman," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tatang Budi Utama Razak di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2011).
Dari 6 ribu WNI, 4 ribu di antaranya mahasiswa, tidak semuanya ingin pulang. Tatang mengatakan, Kemenlu terus berkomunikasi dengan Dubes RI untuk Mesir yang sekarang sedang berada di Nasr City, 20 km dari Kairo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prioritas keluarga dan anak-anak. Kita kerjasama dengan tokoh masyarakat. Yang pasti kita
terus pantau di Mesir," imbuhnya.
Ada evakuasi lanjutan jika kondisi semakin parah? "Kita pertimbangkan berbagai aspek, kalau tidak memungkinkan kita evakuasi ke daerah aman terdekat," jawab Tatang.
Kemlu juga mengulangi travel advisory, meminta WNI menunda kunjungan ke Mesir apapun bentuknya. "Karena tidak kondusif, aparat juga kurang maksimal melindungi, sehingga diimbau tidak melakukan kunjungan apalagi wisata," tegasnya.
(nwk/fay)











































