Banyak keluarga kehilangan kontak dengan anaknya yang sedang belajar di Mesir dalam dua hari terakhir. Para orangtua juga meminta pemerintah segera mengevakusi ratusan mahasiswa Indonesia untuk pulang ke Tanah Air.
Salah satu keluarga yang resah adalah pasangan A Siregar dan Ratna Mauli Lubis, warga Deli Tua, Deli Serdang, Sumatera Utara. Keluarga A Siregar memilik dua anak yang sedang melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, yaitu Abuzar Al Qitari Siregar dan Hafizah Siregar. Sejak dua hari terakhir, keluarga tidak mengetahui nasib keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratna Mauli Lubis mengatakan, sejak dua hari terakhir, keluarga tidak lagi dapat berkomunikasi dengan anaknya yang sedang kuliah di Kairo. Facebook anak mereka pun tidak aktif. Satu-satunya cara untuk mengetahui perkembangan kerusuhan di Mesir hanyalah lewat berita dari televisi.
"Kami tidak tahu bagaimana nasib anak kami di Kairo. Kami cuma bisa nonton televisi. Tapi tetap cemas karena kami tidak melihat mereka beraktivitas lewat Facebook," kata Ratna.
Ratna juga meminta KBRI di Mesir untuk segera memberikan informasi terkait keselamatan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir.
Data menyebutkan, sedikitnya 6.100 warga Indonesia tersebar di sejumlah kota di Mesir dengan berbagai aktivitas. Sebagian dari mereka bekerja di sektor formal dan nonformal. Sementara mahasiswa dan pelajar yang mengenyam pendidikan di Mesir mencapai 4 ribu orang, dan 200 mahasiswa di antaranya berasal dari Sumut.
(rul/fay)











































